Tips Jepretan Saat Traveling Di Alam Bebas Ala Fotografer Profesional

Kurang lengkap rasanya bila saat liburan atau berwisata, kita tidak menyempatkan diri untuk sekedar berfoto dan mengabadikan momen lewat jepretan kamera. Apalagi saat pergi ke gunung, pantai, atau air terjun. Bahkan saat ini kegiatan fotografi sudah menjadi prioritas para traveller saat melakukan traveling ke alam bebas.

Kegiatan fotografi yang dilakukan para traveller saat sedang wisata ke alam bebas pun tidak main-main. Mereka akan melakukan persiapan yang matang dan membawa peralatan lengkap layaknya fotografer profesional demi menghasilkan jepretan yang estetik, natural, dan maksimal.

Mulai dari pemilihan lensa, alat-alat pendukung, hingga teknik pengambilan gambar harus diperhatikan. Artikel ini akan membahas tips jika anda ingin mengahasilkan foto yang hebat saat berwisata ke alam bebas. Berikut yang harus diperhatikan:

  1. Pemilihan Lensa

Ada 3 lensa utama yang paling sering digunakan oleh para fotografer wisata profesional. Tiga lensa itu adalah lensa wide, lensa telephoto, dan lensa fix.

  • Lensa Wide

Jika dibandingkan dengan lensa jenis lain, lensa ini sebenarnya menjadi yang paling wajib dibawa saat melakukan kegiatan fotografi wisata di alam bebas. Karena lensa ini memiliki jangkauan yang luas dalam hal pengambilan gambar. Lensa sudut yang lebar dapat menangkap keseluruhan area yang ingin dipotret, sangat cocok untuk anda jika ingin mengambil gambar berbentuk landscape seperti gunung, pantai, gurun, sawah, dan lain-lain.

Namun anda harus hati-hati saat menggunakan lensa ini. Jika terlalu lebar, akan sangat mungkin anda mendapatkan efek fisheye pada hasil jepretan anda. Hasil jepretan tersebut akan terlihat berubah bentuk seperti menyimpang ke pinggir dan melengkung yang biasanya terjadi pada 18 mm atau lebih rendah.

Di samping itu semua, ada yang menjadikan penggunaan lensa wide sangat istimewa, yaitu efek distorsi yang khas saat melakukan pengambilan gambar jarak dekat. Lensa ini juga memberikan kesan sense of depth yang dapat membuat garis horizontal tampak lebih jauh.

Tipsnya adalah ambil potret jarak dekat menggunakan lensa ini dengan latar depan (foreground). Serta gunakanlah garis pemandu agar garis horizontal dalam hasil jepretan tidak miring.

  • Lensa Telephoto

Sesuai namanya, lensa ini digunakan untuk pengambilan gambar dari jarak jauh. Lensa ini sangat berguna jika anda ingin memotret banyak objek tanpa harus berpindah tempat. Walaupun jarang sekali digunakan untuk mengambil gambar landscape, tetapi terkadang anda ingin mengambil gambar air terjun tanpa harus terkena cipratan air karena terlalu dekat, lensa ini bisa menjadi solusinya.

Gambar yang dihasilkan menggunakan lensa ini tentunya akan terlihat lebih jelas dan rinci. Lensa ini juga dapat digunakan untuk mengambil gambar dengan komposisi sederhana tetapi memunculkan efek bokeh yang sangat terasa dengan memperhatikan jarak anda, objek dan latar belakang dalam pengambilannya.

Tips memakai lensa jarak jauh (telephoto) adalah dengan membuat komposisi gambar sesederhana mungkin dan gunakan cahaya alam sekitar. Serta hindari goyangan karena sedikit pun akan sangat terasa saat menggunakan lensa ini.

  • Lensa fix

Lensa yang satu ini memang tidak terlalu sering digunakan untuk kebutuhan pengambilan landscape pemandangan alam. Namun lensa ini dapat digunakan untuk kebutuhan lain yang membuat anda lebih aktif dengan mendekati dan menjauhi suatu objek.

Memiliki ukuran yang kecil, juga ringan, membuat lensa ini sangat mudah dibawa kemana-mana saat berwisata. Jika anda gemar dengan fotografi human interest lensa ini sangat cocok untuk digunakan.

2. Teknik Pengambilan Gambar

Teknik pengambilan gambar panorama adalah salah satu yang dapat digunakan saat memotret landscape yang luas dan lebar seperti padang rumput, pantai, dan gurun pasir.

Dalam teknik pengambilan gambar ini, sebaiknya anda menghindari posisi menentang matahari. Karena dapat memungkinkan warna hasil jepretan anda akan terlihat belang dan tidak rata.

Harus diperhatikan juga pegerakkan obyek harus sebisa mungkin dihindari karena akan berdampak pada hasil foto yang buruk. Serta yang tidak kalah penting adalah harus menentukan titik sumbu saat menggerakkan kamera anda ke samping kanan/kiri atau ke atas/bawah.

Selain panorama, ada teknik yang juga sering digunakan oleh para fotografer. Namun teknik ini dilakukan setelah gambar sudah diambil dan masuk ke proses pengeditan menggunakan photoshop. Teknik ini dilakukan umumnya pada foto yang memiliki tekstur dan pola yang berulang, seperti bukit-bukit bergelombang atau sawah yang diambil dari jarak jauh.

3. Alat-alat Pendukung

Untuk menghasilkan jepretan yang maksimal, para fotografer profesional umumnya menggunakan alat-alat pendukung. Seperti misalnya saat akan memotret menggunakan teknik Long Exposure, mereka biasa menggunakan tripod agar dapat menghindari goyangan. Meskipun tidak harus memilih tripod dengan ukuran besar agar mudah untuk dibawa berpergian.

Lalu ada Filter ND. Alat ini bisa dibilang menjadi senjata andalan untuk foto-foto long exposure. Dengan menggunakan alat ini, efek yang ditimbulkan pada hasil foto dari obyek yang bergerak akan terlihat lebih lembut. Para fotografer menggunakannya untuk memotret wisata alam seperti air terjun, pantai, sungai, dan lain-lain.

Satu lagi, ada shutter remote yang digunakan untuk lebih meminimalisir goyangan. Tetapi alat ini tidak terlalu dibutuhkan jika memang anda sudah terbiasa dalam pengambilan gambar pada obyek bergerak. Itulah sedikit tips yang dibagikan dalam artikel ini. Perlu diingat juga bahwa semua kelengkapan gear yang dibutuhkan memang tidak mutlak menentukan hasil foto yang diambil akan bagus dan ciamik. Tetapi harus ada keahlian sudut pengambilan gambar (angel) yang pas dan unik dalam memotret obyek wisata alam. Apapun kamera yang anda gunakan, foto yang dihasilkan akan tetap terlihat bagus dan otentik dengan passion yang anda miliki dalam fotografi. Di bawah ini ada beberapa contoh foto ala fotografer professional. Selamat berlibur!

Photo by: M. Abdul Aziz (@jundiaziz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *